"Generasi Emas Malah Bikin Cemas!!", BPS mengungkapkan jutaan Gen Z di Indonesia tidak mau kuliah maupun bekerja.
Generasi Z, atau Gen Z, adalah mereka yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, Gen Z kini mulai memasuki dunia kerja. Namun, data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di kalangan Gen Z lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Fenomena ini memunculkan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran mengenai masa depan ekonomi dan sosial generasi muda ini.
Dikutip dari Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa 9,9 juta Generasi Z di Indonesia tidak mau kuliah maupun bekerja. angka ini menunjukkan masalah yang serius dalam transisi generasi muda ke jenjang berikutnya, selain itu masalah ini akan menghambat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Faktor Penyebab Pengangguran di Kalangan Gen Z
Ada banyak faktor yang menyebabkan banyak dari kalangan gen z berstatus pengangguran, ada yang berasal dari faktor internal maupun eksternal. Berikut merupakan faktor faktor utamanya:
Ketidaksesuaian Keterampilan
Keterampilan merupakan suatu hal yang sangat krusial dalam hidup, termasuk dalam pendaftaran ke perguruan tinggi bahkan di dunia kerja. Perkembangan teknologi industri mengharuskan adanya peningkatan kualitas SDM yang masih sulit untuk diikuti oleh mayoritas Gen Z.
Pandemi COVID-19
Tidak bisa dipungkiri pandemi COVID-19 telah memperburuk situasi pengangguran di kalangan Gen Z. Selain penurunan kualitas SDM, pendapatan masyarakat pun juga jatuh, banyaknya perusahaan terpaksa mengurangi jumlah karyawan atau bahkan menutup usahanya. Sebagai hasilnya, banyak pendapatan dan lapangan kerja menjadi sangat terbatas.
Persaingan yang Ketat
Seiringberjalannya waktu, Sumber Daya Manusia juga mengikuti perkembangan teknologi dan zaman. Dengan banyaknya lulusan baru,serta persaingan untuk mendapatkan pekerjaan menjadi sangat ketat. Gen Z tidak hanya bersaing dengan sesama mereka, tetapi juga dengan generasi sebelumnya yang memiliki lebih banyak pengalaman.
Pengalaman Kerja
Dengan faktor faktor eksternal tersebut, banyak lulusan sekolah yang tidak bisa melanjutkan bekerja atau ke pergururan tinggi. Jika hal ini terus berlanjut, maka angka pengangguran di Indonesia akan semakin tinggi.
Dampak Pengangguran di Kalangan Gen Z
Dampak Ekonomi
Dampak Sosial dan Psikologis
Pengangguran dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi. Bagi Gen Z, yang seringkali memiliki harapan tinggi terhadap masa depan mereka, kegagalan dalam mendapatkan pekerjaan dapat menurunkan kepercayaan diri dan motivasi.
Kesenjangan Sosial
Bagaimana Cara Mengatasi Pengangguran di Kalangan Gen Z?
Tingkat pengangguran yang tinggi memanglah sangat berbahaya, tetapi hal tersebut dapat diminimalisir dengan terus meningkatkan kualitas dari setiap individu, bersaing dengan sehat, dan membuka usaha atau wiraswasta sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan. Selain hal itu, berikut merupakan
Pendidikan dan Pelatihan yang Relevan
Dukungan dari Pemerintah dan Sektor Swasta
Pengembangan Kewirausahaan
Teknologi dan Inovasi
Gen Z dikenal sebagai generasi yang melek teknologi. Menggunakan teknologi untuk menciptakan peluang kerja baru di sektor digital bisa menjadi cara efektif untuk mengatasi pengangguran. Platform online untuk online shopping, freelancing, content creator dan remote work bisa menjadi alternatif yang baik.
Kesimpulan
Pengangguran di kalangan Gen Z adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan dari berbagai pihak. Dengan pendekatan yang tepat, pendidikan yang relevan, dukungan pemerintah, dan inovasi teknologi, tantangan ini dapat diatasi. Masa depan Gen Z, dan dengan demikian masa depan ekonomi dan sosial kita, bergantung pada bagaimana kita menangani isu pengangguran ini sekarang.

.webp)









